Laporan Dewan Komisaris

Pemegang Saham yang Terhormat,

Tahun 2017 merupakan periode yang penuh tantangan meskipun ada pernyataan dari Bank Indonesia yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,07% pada tahun 2017, yang mana sedikit lebih stabil bila dibandingkan dengan pertumbuhan pada tahun 2016 sebesar 5,02%. Terlepas dari kondisi makroekonomi yang prospektif, banyak bisnis di seluruh nusantara berada dalam posisi stagnan, termasuk sektor properti.

Dalam skala global, segenap insan melihat berbagai perbaikan dalam pertumbuhan ekonomi global, yang mencapai tingkat 2,7%. Sementara itu, ada beberapa perbaikan ekonomi di negara maju, salah satu contohnya adalah Amerika Serikat yang mencatat kenaikan 2,3% pada tahun 2017.

Sedangkan dua kekuatan ekonomi di kawasan Asia, China dan Jepang memiliki kondisi ekonomi yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi China turun menjadi 6,9% dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata dikisaran 9-10% selama 30 tahun sebelumnya, dimana inflasi masih di level rendah sebesar 1,5%. Sementara itu, Jepang terus mengalami kenaikan inflasi meski terjadi peningkatan kinerja ekspor di negeri Sakura ini.

Di Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, industri properti telah mengalami anomali pasar dimana banyak pengembang properti berada dalam risiko tinggi dengan kondisi “wait and see”. Terlepas dari semua tantangan tersebut, Intiland telah terbukti tetap berada di jalurnya dengan proyek dan pendapatan yang stabil. Tidak ada resep ajaib untuk ini semua; hanya membutuhkan keberanian, kecerdasan bisnis dan rencana yang matang serta manajemen yang teliti untuk bertahan di industri ini.

Penilaian Kinerja Direksi

Pada tahun 2017, Intiland telah berhasil melaksanakan strateginya dengan mengelola bisnis dengan baik di tengah kemunduran yang melanda industri properti.

Oleh karenanya, Dewan Komisaris menghargai langkah Direksi dalam mengelola Perseroan. Kinerja yang menonjol tersebut menunjukkan bahwa Direksi telah menyadari komitmennya untuk kepentingan pemegang saham dan pemangku kepentingan lainnya.

Dewan Komisaris juga menghargai kemampuan Direksi dalam mengatasi rintangan-rintangan sembari mengesplorasi peluang bisnis. Hal ini telah ditunjukkan oleh kinerja pemasaran Perseroan yang baik, terutama dengan proyek Fifty Seven Promenade yang sedang digarap, yaitu sebuah hunian high-rise di Jakarta Pusat yang strategis, dan Ngoro Industrial Park di Jawa Timur

Secara keseluruhan, semua pencapaian ini berakar pada keberadaan Perseroan selama lebih dari 40 tahun di industri properti di Indonesia. Tidak kalah pentingnya adalah inovasi dan kemampuan membaca pasar, yang keduanya merupakan kekuatan yang telah dibuktikan oleh Perseroan dalam mempertahankan Intiland sebagai salah satu pengembang properti terbesar di nusantara.

Pandangan Prospek Bisnis

Dengan pencapaian kinerja yang telah dibukukan oleh Perseroan pada tahun 2017, Dewan Komisaris percaya bahwa Direksi telah melakukan yang terbaik dalam mengimplementasikan strategi Perseroan, mengendalikan risiko, dan dalam praktik Tata Kelola Perusahaan yang Baik sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Sehubungan dengan langkah strategis yang diambil oleh Direksi, Dewan Komisaris percaya bahwa Perseroan akan dapat bertahan dalam usahanya selama bertahun-tahun kedepan.

Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Dewan Komisaris akan terus memantau proses untuk mencapai hasil yang diharapkan melalui penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (GCG). Dewan Komisaris berkeyakinan bahwa praktik prinsip - prinsip GCG merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mencapai tujuan Perseroan.

Perseroan sangat serius dalam meningkatkan praktik GCG. Dewan Komisaris bersama dengan Direksi (BOD) terus melangkah untuk mewujudkan transformasi jangka panjang tata kelola perusahaan untuk menghasilkan nilai yang berkelanjutan.

Sistem Whistleblowing

Dewan Komisaris telah melakukan fungsi pengawasan terhadap efektivitas dan kecukupan Sistem Whistleblowing di Perseroan. Pengawasan yang dilakukan oleh Dewan Komisaris meliputi, antara lain, pelanggaran etika bisnis dan etika kerja, pelanggaran kerahasiaan Perseroan, pemantauan pelaksanaan Sistem Whistleblowing serta benturan kepentingan.

Dewan Komisaris selalu aktif dalam memantau dan menindaklanjuti efektivitas pelaksanaan Sistem Whistleblowing melalui pertemuan-pertemuan bersama Direksi, dan juga komite-komite yang berada di bawah pengawasan Dewan Komisaris.

Selama tahun 2017, terdapat 3 laporan melalui Whistleblowing yang telah ditindaklanjuti oleh manajemen.

Komite-komite di bawah Dewan Komisaris

Dalam menjalankan tugas pengawasannya, Dewan Komisaris dibantu oleh tiga komite, Komite Audit, Komite Remunerasi dan Nominasi, serta Komite Manajemen Risiko. Selama tahun 2017, komite ini telah berjalan dengan baik dan telah memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan Perseroan.

Komposisi Dewan Komisaris

Tidak ada perubahan komposisi Dewan Komisaris selama tahun 2017. Sebagai organ pengawas Perseroan, Dewan Komisaris menjalankan fungsinya sesuai dengan Anggaran Dasar Perseroan, dan untuk kepentingan para Pemegang Saham serta pemangku kepentingan lainnya.

Apresiasi

Tidak kalah pentingnya, Dewan Komisaris mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras Direksi, serta manajemen dan staf Perseroan. Kita semua tidak akan bisa bertahan dalam persaingan bisnis yang ketat tanpa dedikasi dan komitmen dari tim kita kuat.

Kami juga mengapresiasi para Pemegang Saham, serta mitra bisnis atas kepercayaan dan dukungan mereka. Kami berharap hubungan kami yang sudah terjalin sangat baik dapat berlanjut selama bertahun-tahun kedepan.

DR. Cosmas Batubara

Komisaris Utama