Laporan Dewan Direksi

Pemegang Saham yang terhormat,

Harus kita akui bersama bahwa tahun 2017 merupakan tahun yang masih penuh dengan berbagai tantangan. Namun berkat kerja keras dan kecermatan untuk menganalisa dan membaca gelagat pasar, Intiland dapat menjadikan 2017 sebagai kesempatan untuk menorehkan berbagai prestasi. Kami akui bahwa hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Namun berkat kerjasama tim yang kompak, kami berusaha untuk membalikkan tantangan menjadi kesempatan untuk berbuat yang terbaik.

Perkembangan Industri Properti Nasional

Di Indonesia, industri properti masih berada dalam kondisi flat, dengan pasar mengalami tekanan. Kondisi ini sudah berlangsung sejak tiga tahun terakhir. Di pasar saham, indeks sektor properti, real estate dan konstruksi bangunan turun 4,31% di sepanjang tahun 2017 di saat IHSG naik cukup signifikan hingga 19,99%. Kinerja sektor properti juga tidak membaik meskipun Bank Indonesia menurunkan suku bunga 7 Day Repo Rate di kuartal kedua tahun 2017 dan kebijakan loan to deposit ratio diperlonggar. Beberapa pengamat ekonomi menyebutkan beberapa lagi alasan mengapa industri properti di tahun 2017 tidak menunjukkan pertumbuhan seperti yang diharapkan. Salah satu alasannya adalah peningkatan harga properti masih sangat terbatas. Alasan kedua, tingkat imbal hasil sewa relatif rendah beberapa tahun belakangan ini. Ketiga, selisih harga antara pasar properti primer dan sekunder masih cukup besar. Alasan keempat adalah ketidakpastian pasar sebagai dampak dari rangkaian kegiatan pemilihan umum dengan Pemilu Presiden di tahun 2019 sebagai puncaknya. Dan alasan kelima adalah pengawasan yang ketat dari otoritas pajak sehingga mendorong orang untuk menempatkan uang mereka di bank atau untuk berinvestasi pada aset yang aman dengan keuntungan lebih tinggi, misalnya obligasi pemerintah.

Lebih jauh, investor cenderung memilih untuk menunggu sebelum memutuskan untuk berinvestasi di sektor properti. Penjualan properti di tahun 2017 banyak ditunjang oleh para pengguna akhir (end user), bukan mereka yang membeli untuk tujuan investasi, baik untuk disewakan atau dijual kembali. Lebih lanjut, tingkat penyerapan atau take up rate khususnya untuk proyek rumah tapak baru memiliki rentang yang sangat besar, antara 10,6% hingga 100%, ini merupakan satu lagi indikator bahwa konsumen sangat selektif dalam memutuskan untuk membeli properti.

Kinerja Perseroan

Intiland juga merasakan dampak dari stagnasi di sektor properti dan real estate ini. Namun dengan strategi yang tepat, Perseroan dapat mengubah tantangan ini menjadi peluang dan berhasil mencatatkan hasil yang positif. Perseroan meneruskan strategi standardisasi sistem dan prosedur yang sudah dimulai di tahun 2016. Tujuannya adalah untuk memastikan dalam segala kegiatannya, Perseroan mengedepankan transparansi dan akuntabilitas.

Intiland cenderung konservatif dalam berekspansi di sepanjang tahun 2017. Perseroan memutuskan untuk lebih mematangkan perencanaan beberapa proyek baru sebelum mengenalkannya kepada konsumen. Perseroan memilih fokus untuk mengerjakan proyek yang sedang berjalan atau existing projects dan mengoptimalkan landbank yang dimiliki.

Perseroan menyadari bahwa semua insan Perseroan harus bekerja keras dalam mengelola tantangan pasar. Intiland selalu melakukan tes pasar dan melakukan pengkajian secara seksama atas rencana pengembangan proyeknya. Intiland hanya akan meluncurkan proyek baru apabila kondisi pasar sudah mendukung dan waktunya tepat. Ada banyak aspek yang dipertimbangkan untuk memastikan bahwa semua kegiatan dan keputusan operasional akan membuahkan hasil dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan pemangku kepentingan Perseroan.

Di tahun 2017, Intiland mencatatkan serangkaian keberhasilan dengan menyelesaikan beberapa proyeknya. Salah satu contohnya adalah Praxis di Surabaya yang telah melakukan penutupan atap di bulan Agustus. Perseroan melakukan peluncuran kawasan terpadu Fifty Seven Promenade juga di bulan Agustus. Di sektor kawasan industri, di bulan April, Perseroan menuntaskan proses penjualan lahan Ngoro Industrial Park (NIP) kepada salah satu perusahaan otomotif terbesar di tanah air. Dengan demikian, sejak awal 2017, Perseroan sudah berhasil memasarkan 23 hektare lahan NIP ke beberapa perusahaan nasional dan multinasional.

Pencapaian lain oleh Perseroan di tahun 2017 termasuk ditandatanganinya kerja sama strategis dengan lembaga investasi terkemuka dari Singapura, GIC. Kerja sama yang terjalin adalah untuk pengembangan proyek Fifty Seven Promenade di Jakarta. Strategi kerjasama ini merupakan cara Perseroan menghadapi tantangan. Dengan berkolaborasi dengan perusahaan investasi berkaliber internasional, Intiland dapat mensinergikan kekuatan dan keahlian yang dimiliki masing-masing untuk menghasilkan produk properti berkualitas.

Di tengah kondisi yang begitu penuh tantangan, Intiland berhasil meraih marketing sales sebesar Rp3,3 triliun. Nilai perolehan ini meningkat sebesar 106,3% dari perolehan marketing sales tahun 2016 yang mencapai Rp1,63 triliun. Nilai perolehan ini juga lebih tinggi sebesar 46% dari target tahunan senilai Rp2,3 triliun. Lonjakan tersebut terutama disebabkan oleh kesuksesan Perseroan meluncurkan proyek kawasan terpadu Fifty Seven Promenade Jakarta pada kuartal III tahun 2017 dan penjualan lahan di kawasan Industri Ngoro Industrial Park di Jawa Timur. Fifty Seven Promenade memberikan kontribusi hingga Rp1,54 triliun, atau 45,6% dari total nilai marketing sales. Sedangkan penjualan lahan industri dari Ngoro Industrial Park tercatat sebesar Rp531 miliar atau 15,8% dari total marketing sales. Kontribusi total dari dua proyek ini adalah 61,4% keseluruhan nilai marketing sales yang didapatkan Perseroan di sepanjang tahun 2017.

Kinerja Keuangan Perseroan

Berdasarkan segmentasi portfolio Perseroan, segmen pengembangan mixed-use and high rise mencatatkan pendapatan sebesar Rp703,6 miliar atau 31,9% dari keseluruhan. Segmen kawasan industri sebesar Rp550,9 miliar atau 25%. Untuk segmen pengembangan kawasan perumahan, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp420 miliar atau 19,1% . Segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berulang (recurring income), hingga akhir 2017 menyumbang sebesar Rp528,2 milyar (24%).

Sementara itu, bila ditinjau dari tipenya, pendapatan dari pengembangan (development income) masih menjadi kontributor terbesar dengan raihan Rp1,67 triliun, atau 76% dari keseluruhan. Adapun, kontribusi recurring income yang bersumber dari penyewaan ruang kantor, ritel, pengelolaan lapangan golf, klub olahraga, pergudangan, dan fasilitas memberikan kontribusi sebesar Rp528,2 miliar atau 24%.

Penghargaan Terhadap Perseroan

Perseroan terus menelurkan karya-karya properti yang menunjukkan inovasi dan memenuhi kebutuhan dan tuntutan dari masyarakat, baik akan produk residensial maupun produk properti perkantoran dan komersial. Kontribusi Intiland bagi industri di industri properti dalam negeri telah membuahkan rangkaian penghargaan dan pengakuan dari berbagai pihak, baik di Indonesia maupun dari luar negeri, bahkan dari organisasi-organisasi properti internasional. Khusus di tahun 2017, Intiland mendapatkan 25 penghargaan yang mencakup berbagai aspek kegiatan usaha yang ditekuni oleh Perseroan, yaitu penghargaan di bidang pengembangan produk properti, arsitektur, tata kelola perusahaan, tanggung jawab sosial, hingga media dan komunikasi. Yang boleh dikatakan sangat istimewa adalah prestasi insan Perseroan di sektor properti sehingga mendapatkan special awards yaitu penghargaan dan pengakuan yang diterima oleh pendiri dan CEO Perseroan. Beberapa di antaranya adalah Lifetime Achievement Award di ajang Golden Property Awards 2017; Asian Entrepreneur Award for Real Estate Development di ajang Fortune Times Awards 2017 di Singapura; dan The Inspiring Business Leader di ajang Properti Indonesia Awards 2017.

Intiland juga meraih penghargaan di bidang komunikasi dan media. Hal ini membuktikan betapa Intiland memandang penting semua aspek dalam operasional Perseroan, baik yang berkaitan langsung dengan kegiatan pembangunan produk properti maupun kegiatankegiatan pendukungnya. Intiland meraih penghargaan di ajang Social Media Awards & Digital Media Awards 2017 di kategori pengembang perumahan berkat keberhasilan Perseroan membangun citra positif dan menarik respon terbanyak dari publik di media sosial.

Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Teknologi Informasi

Perseroan terus meningkatkan upaya pengembangan sumber daya manusia dan penerapan teknologi informasi di tahun 2017 karena dua faktor ini memainkan peran penting dalam menjamin keberlangsungan usaha. Semua karyawan memiliki kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan diri dan meniti karirnya bersama Intiland sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Di sepanjang tahun 2017, Perseroan juga menyelenggarakan berbagai program pelatihan dan pendidikan baik melalui in-house training maupun external training.

Di bidang penerapan teknologi informasi, di tahun 2017 Intiland semakin memantapkan dan mengoptimalkan implementasi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) yang melingkupi 5 (lima) pilar yaitu Quality Management, Performance Management, Continuous Improvement, Enterprise Risk Management dan Information Technology. Dengan sistem ini, kegiatan usaha Perseroan menjadi semakin terintegrasi sehingga membuahkan level efisiensi yang semakin tinggi yang berujung kepada penghematan biaya dan waktu.

Tata Kelola Perusahaan

Perseroan selalu memandang penting penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik atau Good Corporate Governance (GCG) di semua level organisasi. Penerapan GCG yang berkesinambungan dan konsisten berarti Perseroan senantiasa mematuhi peraturan perundangan yang berlaku. Selain itu, hal ini membuktikan Perseroan ingin semua insan perusahaan menerapkan nilai-nilai korporat dalam setiap tindakannya. Perseroan juga selalu mengevaluasi penerapan GCG untuk memastikan semua kegiatan berjalan sesuai dengan peraturan perundangan dan Perseroan dapat bertumbuh secara berkelanjutan.

Dari konsistensi pengimplementasian prinsip-prinsip dan praktik terbaik GCG, di tahun 2017, Perseroan mendapat pengakuan dari Institute for Corporate Directorship (IIDC) sebagai satu dari Top 50 Midcap Companies dengan tata kelola perusahaan terpuji. Penghargaan ini diberikan di ajang The 9th IICD Corporate Governance Awards.

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Intiland selalu melihat dirinya sebagai bagian integral dari dari rumah besar Indonesia dan warga korporasi yang baik. Berkaitan dengan hal ini, Perseroan berpendapat kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) adalah bagian sangat penting dari kegiatannya. Untuk itu, Perseroan menyusun dan melaksanakan program CSR yang sesuai dengan visi Perseroan. Intiland melihat CSR sebagai cara perusahaan mengelola proses bisnisnya sehingga berdampak positif bagi lingkungan secara berkelanjutan.

Pada penerapannya, Perseroan mengusung empat dari tujuh aspek CSR yang dibakukan dalam ISO 26000, yaitu aspek lingkungan, ketenagakerjaan, pemberdayaan masyarakat, dan aspek tanggung jawab produk dan konsumen.

Guna memperluas cakupan kegiatan CSR, Perseroan mendirikan Yayasan Intiland (Intiland Foundation) yang menjadi payung organisasi bagi program dan kegiatan CSR Perseroan, termasuk perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan, dan pengawasan. Dengan yayasan ini, Intiand mengembangkan Intiland Teduh yaitu program peningkatan kualitas hidup masyarakat serta Intesa School of Hospitality yaitu program pendidikan untuk mencetak tenaga terampil siap kerja di bidang hospitality. Di tahun 2017, Perseroan bermitra dengan pengembang daerah untuk ikut berpartisipasi dalam program sejuta rumah dengan mengembangkan program rumah bagi rakyat di wilayah Pacitan Jawa Timur.

Intiland menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sebagai wujud apresiasi Pemprov DKI Jakarta karena peran Perseroan dalam menyediakan Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) di beberapa lokasi di ibukota. Intiland juga meraih penghargaan di ajang Nusantara CSR Summit & Awards 2017 untuk kategori Improving the Quality of Education. Penghargaanpenghargaan ini menjadi motivasi bagi kami semua untuk terus menyusun dan menjalankan program-program CSR yang berkualitas dan tepat sasaran ke depannya.

Prospek Usaha

Perekonomian global pada 2018 diproyeksikan mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya dimana World Bank memproyeksikan pertumbuhan di kisaran 3,1%. Sementara untuk Indonesia, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan akan mencapai 5,4% dengan tingkat inflasi 3,5%. Program pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah dinilai dapat mendorong pertumbuhan sektor properti. Dengan semakin tersedianya moda transportasi masal dan modern di Jakarta, sektor properti siap mengantisipasi booming permintaan akan hunian yang berlokasi di sepanjang jalur transportasi masal tersebut.

Perseroan yakin kebutuhan masyarakat terhadap produk properti masih akan terus meningkat seiring dengan membaiknya kondisi makro dan fundamental perekonomian nasional.

Apresiasi

Akhir kata, atas nama Direksi, saya ingin menyampaikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Dewan Komisaris dan komite-komite Perseroan untuk bantuan arahan dan masukan yang sangat membantu kami dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab pengelolaan Perseroan di sepanjang tahun 2017. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh Pemegang Saham, pelanggan setia dan mitra usaha atas dukungan, kepercayaan dan kerja sama yang terjalin dengan baik. Direksi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan Perseroan di setiap level organisasi atas dedikasi dan profesionalitas dalam menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing, serta dalam menjunjung tinggi nilai-nilai perusahaan secara konsisten dan penuh tanggung jawab. Direksi optimistis di tahun-tahun ke depan, Intiland akan tumbuh semakin besar, terus berkontribusi bagi pembangunan negeri, dan selalu memberikan nilai tambah kepada semua pemangku kepentingan.

Hendro S. Gondokusumo

Direktur Utama & CEO